Komunikasi intrapersonal
Komunikasi intrapribadi atau
Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan
bahasa atau
pikiran
yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God.
Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif
dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang
individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan
balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan.
Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang
lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses
psikologis seperti persepsi dan kesadaran (
awareness) terjadi
saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk
memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka
seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain.
Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada
dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan
pada suatu ungkapan ataupun obyek.
Aktivitas dari komunikasi intrapribadi yang kita lakukan sehari-hari dalam upaya memahami diri pribadi diantaranya adalah;
berdo'a, bersyukur, instrospeksi diri dengan meninjau perbuatan kita dan reaksi
hati nurani kita, mendayagunakan
kehendak bebas, dan ber
imajinasi secara kreatif
[1].
Pemahaman diri pribadi ini berkembang sejalan dengan perubahan
perubahan yang terjadi dalam hidup kita. Kita tidak terlahir dengan
pemahaman akan siapa diri kita, tetapi prilaku kita selama ini
memainkan peranan penting bagaimana kita membangun pemahaman diri
pribadi ini
[2]
Kesadaran pribadi (
self awareness) memiliki beberapa elemen
yang mengacu pada identitas spesifik dari individu (Fisher 1987:134).
Elemen dari kesadaran diri adalah konsep diri, proses menghargai diri
sendiri (
self esteem), dan identitas diri kita yang berbeda beda (
multiple selves).
Komunikasi interpersonal
Komunikasi interpersonal menunjuk kepada
komunikasi dengan
orang lain. Komunikasi jenis ini dibagi lagi menjadi
komunikasi diadik,
komunikasi publik, dan
komunikasi kelompok-kecil.
Model
Jendela Johari memusatkan pada keseimbangan komunikasi interpersonal.
Komunikasi interpersonal termasuk:
Memiliki komunikasi interpersonal yang baik mendukung proses-proses seperti:
Komunikasi interpersonal merupakan subyek dari beberapa disiplin dalam bidang
psikologi, terutama
analisis transaksional.
Komunikasi ini dapat dihalangi oleh
gangguan komunikasi atau oleh
kesombongan,
sifat malu, dll.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_intrapersonal
http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_interpersonal